Analisis dan Segmentasi Pasar Tjendana Food Point di Era Digital Pasca Pandemi Covid-19
DOI:
https://doi.org/10.54010/wnesrd.v3n2.4Keywords:
Covid-19, Kuliner, Digital, Segmentasi Pasar, UMKMAbstract
Pandemi Covid-19 memberikan dampak signifikan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di bidang kuliner makanan dan minuman. Tjendana Food Point mengalami penurunan pendapatan yang cukup besar akibat pembatasan mobilitas, kebijakan pembelajaran jarak jauh, serta menurunnya daya beli masyarakat, terutama karena mayoritas konsumennya adalah siswa sekolah menengah yang berada di sekitar lokasi usaha. Memasuki era digital pasca pandemi, pelaku UMKM kuliner perlu menerapkan strategi pemasaran yang tepat, salah satunya melalui segmentasi pasar, guna meningkatkan kembali performa penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi segmentasi pasar Tjendana Food Point di era digital pasca Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 30 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner berbasis Google Form dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif berdasarkan variabel demografi seperti jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendidikan, dan tingkat pengeluaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen perempuan mendominasi sebesar 46,67%, dengan rentang usia terbanyak 16–20 tahun sebesar 40%. Mayoritas responden berstatus pelajar atau mahasiswa sebesar 56,67% dengan tingkat pendidikan SMA sebesar 66,67%. Dari sisi pengeluaran, 33,34% responden memiliki pengeluaran di atas Rp3.000.000 per bulan. Temuan ini menunjukkan bahwa target pasar utama adalah konsumen perempuan usia sekolah dengan daya beli relatif baik, sehingga strategi pemasaran digital dan penentuan produk unggulan perlu disesuaikan dengan karakteristik segmen tersebut untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.






