Analisis Sistem Penjualan Motor Bekas Dalam Meningkatkan Minat Beli Masyarakat Pada Showroom Dwi Motor Purwakarta
DOI:
https://doi.org/10.54010/wnesrd.v3n1.4Keywords:
Sistem Penjualan, Minat Beli, Motor Bekas, Penjualan KreditAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem penjualan motor bekas dalam meningkatkan minat beli masyarakat pada Showroom Dwi Motor Purwakarta. Kegiatan penjualan merupakan faktor utama dalam menunjang keberlangsungan usaha, khususnya pada perusahaan dagang yang sumber pendapatannya berasal dari transaksi penjualan. Sistem penjualan yang efektif sangat diperlukan untuk menarik minat konsumen dan mendorong keputusan pembelian, terutama dalam persaingan bisnis motor bekas yang semakin ketat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi langsung di lokasi penelitian. Informan penelitian terdiri dari pemilik showroom, bagian pemasaran, dan konsumen yang telah melakukan transaksi pembelian. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penjualan yang diterapkan di Showroom Dwi Motor terbagi menjadi dua, yaitu sistem penjualan tunai dan sistem penjualan kredit. Pada penjualan tunai, konsumen diwajibkan melunasi harga motor sebelum kendaraan diserahkan. Sementara itu, penjualan kredit dilakukan melalui kerja sama dengan lembaga pembiayaan pihak ketiga seperti WOM Finance, OTO Finance, Adira Finance, dan FIF, dengan proses pengajuan dan survei kelayakan konsumen. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa sistem penjualan kredit lebih diminati oleh konsumen karena tidak memerlukan pembayaran dalam jumlah besar secara langsung. Dengan demikian, sistem penjualan kredit dinilai lebih efektif dalam meningkatkan minat beli masyarakat pada Showroom Dwi Motor Purwakarta.






